SURYA SARI ENTERPRISE

Kamis, 18 April 2019

Embun Pagi, Postingan WA Minggu, 28/04/18 07.34



Yakinlah rezeki tak akan ketukar dan jodoh pun tak akan kesasar. Sebab, semua sudah Allah jamin, sediakan, atur dan takar, maka tidak ada yang perlu dirisaukan dan dikhawatirkan. Tugas kita hanyalah memantaskan diri untuk menerimanya, maka pantaskan diri kita untuk selalu menebar kebaikan. Dengan selalu menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Niscaya Allah akan hadirkan karunia yang terbaik buat kita. 

Selamat beraktivitas, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan mampu menggapai keberkahan-Nya. Aamiin yaa Rabbal 'alamiin.







Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • surya sari enterprise
  • cinta
  • kasihsayang
  • kebahagian
  • motovasi
  • inspirasi
  • koreksi diri
  • mawas diri

Rabu, 17 April 2019

Embun Pagi, Postingan WA Jum’at, 26/04/18 08.55



Apabila kita mampu bermurah hati maka kita pun akan murah rejeki. Berwelas asih, maka di mana pun kita akan terlindungi. Jujur, maka kita akan menjadi orang yang dipercaya, kita akan menjadi orang yang disegani. Semangat, maka kita akan selalu menginspirasi. Bijaksana, maka kita akan banyak meraih simpati. Hidup ini singkat, jangan digunakan untuk berdebat dan menyebar kebencian. Lebih baik jaga martabat agar Hidup menjadi berkah. 

Selamat beraktivitas, semoga kita semua selalu sehat dan mampu istiqomah dalam kebajikan. Aamiin yaa Rabbal 'alamiin.







Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • surya sari enterprise
  • cinta
  • kasihsayang
  • kebahagian
  • motovasi
  • inspirasi
  • koreksi diri
  • mawas diri

Selasa, 16 April 2019

Pertimbangan Yang Sering dipergunakan Orang Jawa Dalam Memilih Jodoh


Pertimbangan Yang Sering dipergunakan Orang Jawa
Dalam Memilih Jodoh

            Banyak pertimbangan yang sering dipergunakan orang Jawa dalam memilih jodoh.  Menurut Suwardi Endraswara dalam bukunya Rasa Sejati, Misteri Seks Dunia Kejawen (2006), banyak cara pula ketika laki-laki hendak memilih perempuan.  Tradisi Jawa telah menggariskan wanita memang layak dalam posisi dipilih.  Maka, ada sejumlah pertimbangan penting yang sering digunakan orang Jawa agar kelak tidak menyesal.  Hal ini sesuai dengan penuturan R Ng Ranggawarsita dalam Serat Cemporet.  Pada umumnya, perhatian diarahkan pada watak yang mendominasi.  Ada tiga watak wanita baik versi Ranggawarsita yang layak menjadi pertimbangan laki-laki untuk menikahi jodohnya.
  1. Watak Wedi.  Maksudnya menyerah, pasrah dan jangan suka mencela, membantah ataupun menolak pembicaraan.  Lakukanlah saja perintah dengan sungguh-sungguh sepenuh hati.
  2. Watak Gemi.  Maksudnya tidak boros akan nafkah yang diberikan.  Banyak atau sedikit harus diterima dengan rasa syukur.  Tidak boros, juga berarti dapat menyimpan rahasia suami, tidak banyak bicara yang tidak bermanfaat.
  3. Watak Gemati.  Maksudnya penuh kasih.  Yakni menjaga terhadap apa yang disenangi suami, lengkap dengan alat-alat kesenangannya, seperti dalam menyediakan pakaian, makan, dan minum serta dalam segala tindakan.
Akan tetapi, ada juga hal-hal yang bisa merendahkan derajat wanita sebagai istri.  Yakni apabila ia berani berbuat sembrana yang menunjukkan ketidaktaatan, suka menyangkal pembicaraan, sering membantah, bicara tidak sopan, merusak nafkah, sangat berani dan hanya berdasarkan kemauannya sendiri serta tidak mempunyai rasa sayang akan pemberian suami.  Selain itu, tidak menjaga hal-hal yang seharusnya menjadi rahasia.  Misalnya, suka membuka-buka rahasia, suka mengaduk-aduk tetangganya dan lebih suka menciptakan konflik.  Watak perempuan yang tidak disukai juga bila hatinya penuh dengan syak wasangka, suka pamer, tidak lurus, tidak tulus, curang, nakal, dan berbuat sembarangan.  Bila watak-watak semacam ini mengendap pada diri wanita, akan banyak disingkiri.  Sebab, watak-watak yang bisa merendahkan derajat serendah-rendahnya itu sama saja dengan memilih hidup nista dan sengsara.
       Oleh sebab itu, budaya Jawa memperhatikan konsep bobot, bibit, bebet jika seseorang hendak menikahkan anaknya.  Bibit harus dipertimbangkan dari segi keturunannya.  Bebet adalah melihat seseorang dari siapa orangtuanya dan apakah wanita ini masih memiliki keberuntungan.  Sedang dari sisi keturunan, wanita yang memiliki bobot itu bisa ditinjau dari tujuh macam keturunan.
1.       Keturunan darah penguasa atau bangsawan Jawa yang masih memiliki derajat dalam hidupnya.
2.       Keturunan para ahli agama, para alim ulama atau cendikiawan agama.
3.       Keturunan para ahli pertapa, para pendeta, yang melakukan puja brata.
4.       Keturunan para ilmuan, orang-orang yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kebijakan.
5.       Keturunan para tukang, para pandai atau praktisi dalam berbagai bidang kekaryaan dan keterampilan.
6.       Keturunan para prajurit, tentara pemberani, yang memiliki kemampuan bela negara.
7.       Keturunan petani yang rajin mengolah sawah ladang.


Disadur dari buku Dunia Spiritual Soeharto oleh: Arwan Tuti Artha hal 90 – 93.

Embun Pagi, Postingan WA Kamis, 25/04/18 07.03



Keberhasilan adalah _daya tarik_ yang sesungguhnya bagi semua orang, maka janganlah terlalu sibuk dengan memikirkan kekurangan diri kita dan merasa minder dengan keadaan. Teruslah melangkah dan kejarlah impianmu.

Selamat beraktivitas, semoga atas kehendak-Nya kita semua selalu sehat dan menggapai apa yang kita impikan.







Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • surya sari enterprise
  • cinta
  • kasihsayang
  • kebahagian
  • motovasi
  • inspirasi
  • koreksi diri
  • mawas diri
  • 9e833fb0edecde23ab1059634e6683810332211db377f59965

Senin, 15 April 2019

Embun Pagi, Postingan WA Rabu, 24/04/18 07.21



Ketika kita ingin menutupi aib orang lain, jadilah seperti malam. _Tutupi semua aib dan rahasia orang itu rapat-rapat, tanpa pernah membocorkannya._ Dan, ketika ingin membiasakan hidup sederhana dan rendah hati, jadilah seperti bumi. Selalu rendah hatilah seperti bumi yang menempatkan diri di bawah dan meninggikan yang lain.

Selamat beraktivitas, semoga kita semua selalu sehat dan memperoleh keberkahan-Nya. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.







Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • surya sari enterprise
  • cinta
  • kasihsayang
  • kebahagian
  • motovasi
  • inspirasi
  • koreksi diri
  • mawas diri

Minggu, 14 April 2019

Embun Pagi, Postingan WA Selasa, 23/04/18 05.31



Perlukah kita marah? Apabila kita dalam keadaan marah atau murka, maka jadilah seperti orang mati. Diamlah, jangan lakukan apa pun, agar tidak menimbulkan kesalahan dan menyesal kemudian. Marah-marah adalah permulaan dari perilaku gila yang berakhir penyesalan.

Selamat beraktivitas, semoga kita semua selalu sehat dan memperoleh keberkahan-Nya. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.







Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • surya sari enterprise
  • cinta
  • kasihsayang
  • kebahagian
  • motovasi
  • inspirasi
  • koreksi diri
  • mawas diri

Sabtu, 13 April 2019

Embun Pagi, Postingan WA Minggu, 21/04/18 06.44



Mengapa diantara kita kadang-kadang masih ada yang mengingkari kasih sayang Allah. Padahal, kasih sayang Allah itu universal. Kasih sayang Allah itu memancar tanpa sekat dan tanpa batas. Kasih sayang Allah itu universal, untuk umum, untuk semuanya. Kasih sayang Allah itu tanpa sekat, dan tidak membeda-bedakan. Padahal, barangsiapa yang mau dan mampu menyambut kasih sayang-Nya pasti akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Selamat beraktivitas, semoga kita semua selalu sehat dan dalam keberkahan-Nya. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.







Kata Kunci untuk Artikel Ini

  • surya sari enterprise
  • cinta
  • kasihsayang
  • kebahagian
  • motovasi
  • inspirasi
  • koreksi diri
  • mawas diri